Kamis, 30 Juni 2011

Sekali Inter tetap Inter


Dear  Interisti
                Jujur… dan sumpah demi pemegang kekuasaan tertinggi di jagad raya, saya bener-bener shock waktu nama om Gasper di umumkan sebagai pelatih dari klub yang saya cintai sepenuh hati FC INTERNAZIONALE. Maap ye om.. ane kagak kenal om… wkwkwkwkw
                Tapi berkaca dari pengalaman musim lalu, dimana saya sangat-sangat tidak setuju ketika akhirnya Om Rafa masuk ke 1nter (maapkan ane ya om) dan ketika Om Leo menggantikan om Rafa. Ketidaksukaan saya pada Om Rafa adalah karena apa yang dibuat om rafa pada liverpool sehingga saya was-was akan hal itu hehehe plus entah kenapa saya ngerasa pelatih ehem “ndut” biasanya gak sukses di 1nter (analisis sentimen pribadi) wkwkwkw….. dan Oh My God… bener sudah ternyata… ketika gelar Piala Eropa harus lepas.. wah kayaknya hampir seluruh kamus berkaki empat saya lontarkan untuk om Rafa (maapkan). Bukan karena gelarnya yang hilang, namun betapa sesak hati saya melihat permainan seolah macet, para pemain seolah kebingungan sedih…. Seakan-akan para pemain sekarat di lapangan (LEBAY)… dan sepanjang pertandingan airmata saya mengalir tanpa sadar, padahal itu lagi nonbar ama anak2 ICI Jogja. .. tentu akhirnya saya marah-marah dan kekesalan saya saya tumpahkan ke om rafa….. huft dan berat sekali rasanya harus meneriakkan namanya saat la formazione di tampilkan di giant screen. Namun… bergaul dengan teman-teman ICI Jogaj mengajari saya mencintai secara dewasa… KRITIK yang baik adalah mampu memberikan solusi atas apa yang di kritik.. bukan sekedar menghina dan mencaci maki. Mengajarkan saya untuk mengingat masa-masa awal saya mencintai dan menyukai 1nter… Tidak ada alasan, tidak ada tuntutan hanya senang melihat mereka bermain.  Dan itu yang hampir saya lupakan… karena beberapa tahun terakhir saya selalu melihat 1NTER bermain dengan jumawa. Musim kemarin musim yang berat, jujur dalam hati saya hanya berharap bahwa 1nter bisa lolos zona champion…. Dan ternyata Opa Moratti lagi-lagi berpikir lebih jauh dibandingkan kita semua… Dia Menggantikan Om Beni dengan Om Leo… dan sekali lagi iman saya diuji besar-besaran… karena semua tau Om Leo adalah MILANISTI sejati… bener-bener benciii bahkan saat sebelum om Leo masuk saya sempat memajang status di YM, BBM, ataupun FB saia bahwa NO MILANISTA IN INTER. Taraaaa apa yang saya takutkan terjadi… eh ternyata eh ternyata…. Om Leo masuk sebagai allenatore 1nter…. Berat Guys… and so hard very hard….buat mendukung om Leo… :P (maapkan) dan ternyata kali ini saya bersalah ama om Leo. Ternyata ditangan om leo 1nter yang sempat hilang spirit, sedikit demi sedikit menunjukkan MENTAL JUARA mereka… meski harus kehilangan scudetto dan champion… namun setidaknya om leo berhasil memplaster mulutnya anak milan untuk bilang 1nter ZERO TITULI. Thanx to om Leo… Makanya saya murka dan marah sekali kalau ada yang bilang Om Leo adalah MERDA… karena apa yang dia tunjukkan di 1NTER jauh dari kelakuan MERDA. Yah mungkin dia mencintai MILAN.. namun apa yang dilakukannya di 1nter harusnya kita ucapkan terima kasih. Diakui atau tidak yang menyelamatkan 1nter dari rsa malu musim ini adalah om Leo…
                Berkaca dari musim lalu maka untuk musim ini saya bersikap tidak peduli pada bursa transfer. Bukan karena saya tidak sayang, namun karena saya kembali ke filsafah dasar saia. Mencintai Tim ini tanpa alasan, hanya menyukai  dan mencintai karena filosfi dasar klub ini… Dalam 1nter tidak ada larangan buat bermain bola. Siapa saja bisa berkreasi di 1nter… karena 1nter mempercayai sisi baik manusia.. Lihat saja om LEO… kepercayaan yang di beri 1nter padanya mengikis rasa cintanya pada Milan sehingga 1nter di beri gelar, hal yang tidak dia lakukan di Milan.
Saat ini om Gasper… seorang Juventini yang akan melatih 1nter… Saya tidak akan melakukan hal buruk tahun kemarin… berprasangka buruk sebelum dimulai…. So belajar dari tahun kemarin saya hanya ingin mempercayai hal yang terbaik dari pilihan opa.. karena saya percaya opa jauh jauh lebih bisa melihat ke depan dibanding kita semua. FORZA INTER AND WE TOGETHER BEHIND INTER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar